Sakit Kepala : Jenis, Penyebab dan Cara Mengobati

3 min read

sakit kepala

Sakit kepala menjadi salah satu masalah kesehatan yang hampir pernah dirasakan oleh semua orang. Menariknya, sakit kepala yang dialami oleh satu orang dengan orang lainnya bisa menimbulkan gejala yang berbeda. Ternyata, jenis sakit kepala memang cukup beragam, sehingga gejala yang dirasakan oleh setiap orang juga akan berbeda tergantung dari penyebabnya.

Umumnya, sakit kepala terjadi hanya dalam waktu yang singkat dan bisa diobati menggunakan obat penghilang rasa sakit yang banyak dijual di apotek. Meski begitu, tidak jarang sakit kepala terjadi secara terus-menerus dan ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk mengenali jenis, penyebab, dan cara mengobati sakit kepala.

Jenis dan Penyebab Sakit Kepala

Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Dari dua jenis sakit kepala tersebut, sakit kepala dibedakan menjadi beberapa jenis lagi. Nah, berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis sakit kepala tersebut.

Sakit Kepala Primer

Sakit kepala primer merupakan jenis sakit kepala yang paling umum dialami oleh banyak orang. Jenis sakit kepala ini disebabkan oleh gangguan pada otot di sekitar leher dan kepala, aktivitas hormon yang diproduksi otak, atau karena adanya kombinasi faktor-faktor tertentu.

Hal paling penting yang perlu diketahui adalah sakit kepala primer bukan merupakan gejala dari adanya penyakit atau kelainan tertentu. Sakit kepala primer lebih disebabkan karena gaya hidup yang buruk. Pola hidup yang tidak baik memang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami sakit kepala primer.

Sakit kepala primer sendiri terdiri dari beberapa jenis yang memiliki gejala berbeda satu sama lain. Setiap jenis sakit kepala primer juga disebabkan oleh hal-hal yang berbeda. Nah, berikut ini adalah jenis sakit kepala primer beserta penyebabnya.

Migrain

Migrain tentu menjadi salah satu jenis sakit kepala yang sering dialami oleh banyak orang. Migrain sendiri merupakan jenis sakit kepala yang ditandai dengan gejala nyeri berdenyut pada area kepala dengan intensitas sedang hingga parah.

Jenis sakit kepala ini umumnya hanya terjadi pada satu sisi kepala saja, sehingga banyak orang menyebutnya sebagai ‘sakit kepala sebelah’. Sakit kepala migrain juga disertai dengan gejala lain. Biasanya, penderita akan mengalami mual hingga muntah, pandangan buram, dan sensitif terhadap suara bising, aroma, serta cahaya.

Selain itu, pada beberapa kasus migrain juga disertai dengan aura. Gejala gangguan penglihatan yang berupa titik-titik cahaya atau kilatan cahaya. Bahkan, beberapa penderita juga akan mengalami gangguan lain, seperti kesemutan pada lengan atau tungkai, kesemutan pada sisi wajah, hingga mengalami kesulitan berbicara.

Penyebab migrain yang paling umum adalah adanya gangguan saraf turunan yang menyebabkan seseorang lebih sensitif terhadap rangsangan yang memicu migrain. Hal ini mengakibatkan orang tersebut lebih mudah mengalami serangan migrain.

Sakit Kepala Tegang (Tension Headache)

Tension Headache juga menjadi jenis sakit kepala yang paling sering dialami oleh siapa saja. Gejala paling umum dari sakit kepala ini adalah rasa nyeri ringan sampai sedang yang terasa seperti sedang ditekan atau kepala diikat dengan kencang. Biasanya, sakit kepala tegang melibatkan dua sisi kepala. Berbeda dengan migrain yang hanya menyerang satu sisi kepala saja.

Umumnya, sakit kepala tegang disebabkan oleh terjadinya ketegangan otot pada bagian leher dan kepala belakang. Stres diduga menjadi pemicu yang paling sering menjadi penyebab sakit kepala jenis ini. Meski begitu, sakit kepala tegang biasanya tidak berlangsung lama. Hanya dalam beberapa jam atau hari, sakit kepala ini akan hilang.

Sakit Kepala Cluster

Sesuai dengan namanya, sakit kepala cluster merupakan sakit kepala yang terjadi pada periode atau pola siklus cluster. Biasanya, sakit kepala jenis ini ditandai dengan nyeri hebat yang terjadi di satu sisi kepala sampai ke bagian belakang mata. Sakit kepala cluster sendiri bisa menyerang kepala sebelah kiri, sebelah kanan, bagian depan, atau bagian belakang.

Serangan nyeri akibat sakit kepala cluster bisa berlangsung selama beberapa minggu atau bulan. Hingga saat ini, penyebab pasti sakit kepala cluster belum diketahui. Namun, sakit kepala cluster diduga terjadi karena adanya kelainan pada struktur hipotalamus otak.

  1. Sakit Kepala Sekunder

Sakit kepala sekunder merupakan jenis sakit kepala yang disebabkan karena adanya gangguan kesehatan lain di dalam tubuh. Umumnya, kondisi kesehatan yang menjadi pemicu sakit kepala ini menyerang bagian sekitar kepala yang sensitif terhadap rasa sakit.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sakit kepala sekunder diantaranya adalah dehidrasi, tumor otak, infeksi telinga, flu, infeksi sinus, glaukoma, tekanan darah tinggi, aneurisma otak, dan beberapa kondisi lainnya. Setiap penyebab sakit kepala tersebut akan menimbulkan gejala yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa macam sakit kepala yang termasuk jenis sakit kepala sekunder.

Sakit Kepala Sinusitis

Sakit kepala yang disebabkan karena sinusitis akan menyebabkan penderita mengalami tekanan berdenyut pada kepala dan menjalar sampai ke area mata, pipi, hingga dahi. Rasa sakit kepala akibat sinusitis umumnya juga disertai dengan gejala lainnya. Mulai dari hidung berair dan tersumbat, telinga berdenging, sakit tenggorokan, hingga demam.

Rebound Headache

Rebound Headache merupakan kondisi sakit kepala yang disebabkan karena mengonsumsi obat sakit kepala dalam jangka panjang secara berlebihan. Umumnya, sakit kepala ini akan terjadi setelah Anda mengonsumsi obat pereda sakit kepala selama beberapa hari hingga seminggu.

Saat mengalami sakit kepala ini, penderita merasakan nyeri pada area kepala yang seringkali akan membangunkan tidur pada pagi hari. Biasanya, kondisi Rebound Headache akan membaik setelah mengonsumsi obat kepala, namun akan kembali muncul ketika efek obat sudah habis. Gejala lain yang menyertai sakit kepala ini adalah mual, masalah memori, dan sulit berkonsentrasi.

Sakit Kepala Hormonal

Jenis sakit kepala ini terjadi akibat adanya fluktuasi hormonal yang umum terjadi pada wanita. Misalnya pada saat menstruasi atau haid, pada masa kehamilan, dan beberapa kondisi lainnya. Sakit kepala hormonal juga umum disebut sebagai migrain menstruasi. Biasanya, hal ini terjadi sebelum, setelah, atau selama menstruasi dan dipicu oleh adanya perubahan hormon estrogen.

Cara Mengobati Sakit Kepala

Pengobatan sakit kepala dilakukan sesuai dengan penyebab sakit kepala itu sendiri. Umumnya, sakit kepala dapat dicegah dengan beberapa cara. Mulai dari istirahat yang cukup, memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, menghindari minuman beralkohol, mengurangi konsumsi kafein, rajin berolahraga, dan mengurangi pikiran yang menimbulkan stres berlebihan.

Sementara itu, sakit kepala ringan umumnya bisa sembuh sendiri dengan memperbanyak istirahat. Mengonsumsi obat pereda rasa sakit juga bisa menjadi alternatif untuk mempercepat penyembuhan rasa sakit kepala. Namun, pastikan untuk memilih obat yang tepat sesuai dengan saran dokter.

Meski pengobatan sakit kepala bisa dilakukan secara alami dengan memperbanyak istirahat, namun beberapa jenis sakit kepala tidak bisa sembuh sendiri tanpa konsumsi obat-obatan yang tepat. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika merasa gangguan sakit kepala yang Anda rasakan sudah tidak bisa ditahan lagi.

Segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab sakit kepala tersebut. Dokter akan memberikan saran pengobatan terbaik sesuai dengan penyebab sakit kepala yang Anda rasakan. Dengan penanganan yang tepat, maka rasa sakit kepala yang Anda alami akan segera sembuh. Anda pun bisa kembali beraktivitas normal seperti biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *