Demam Berdarah : Ciri-Ciri, Gejala dan Cara Mengobati

3 min read

demam berdarah

Demam Berdarah Dengue atau lebih dikenal dengan istilah DBD merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh virus dengue melalui perantara nyamuk. DBD sendiri menjadi salah satu penyakit yang umum terjadi di tengah masyarakat. Sayangnya, penanganan pasien DBD seringkali terlambat karena tidak banyak yang mengenali gejala penyakit ini.

Ya, ciri-ciri dan gejala penyakit DBD pada dasarnya cukup mudah dikenali. Mengenali lebih dini terkait apa saja ciri-ciri dan gejala DBD tentu sangat bermanfaat agar bisa memberikan penanganan yang tepat pada diri sendiri maupun orang lain yang mengalami gejala serupa. Perlu diketahui, bahwa banyak sekali kasus DBD yang berakhir fatal karena terlambat dideteksi dan ditangani.

Ciri-Ciri Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah umumnya mudah dideteksi melalui ciri-cirinya. Umumnya, penderita penyakit demam berdarah akan mengalami gejala sekitar 4-10 hari setelah mendapatkan gigitan dari nyamuk Aedes aegypti.

Nyamuk demam berdarah akan menularkan virus dengue melalui air liurnya saat menggigit permukaan kulit manusia. Virus yang telah masuk ke dalam tubuh kemudian akan mengalami inkubasi selama 4 – 10 hari. Setelah masa inkubasi, barulah penderita DBD akan mengalami beberapa fase gejala demam berdarah. Nah, berikut adalah fase penyakit demam berdarah.

  1. Fase Awal

Gejala paling umum yang dirasakan oleh penderita DBD adalah demam tinggi. Kondisi ini menjadi ciri-ciri terjadinya fase awal penyakit demam berdarah. Selain demam tinggi, pada fase ini penderita DBD juga akan mengalami beberapa gejala lainnya. Mulai dari  kulit memerah, wajah kemerahan, nyeri otot, nyeri di seluruh tubuh, serta sakit kepala.

  1. Fase Kritis

Ciri khas fase ini adalah terjadinya penurunan suhu tubuh penderita DBD ke suhu normal. Meski sudah tidak mengalami demam, namun fase ini bisa menjadi fase paling berbahaya dari penyakit DBD. Ya, pada fase inilah pasien akan memasuki risiko tertinggi dari penyakit DBD. Pasalnya, beberapa kasus DBD menyebabkan kebocoran pembuluh darah pada fase ini.

  1. Fase Penyembuhan

Setelah melewati fase kritis, penderita DBD akan kembali mengalami demam tinggi. Namun, demam tinggi pada fase ini merupakan kondisi yang menjadi tanda sedang terjadinya fase penyembuhan penyakit DBD. Fase penyembuhan terjadi ketika trombosit pasien perlahan mengalami kenaikan dan kembali normal.

Gejala Demam Berdarah

  1. Demam tinggi

Pada dasarnya, demam merupakan salah satu gejala yang terjadi pada berbagai jenis penyakit. Namun, gejala demam akibat penyakit DBD memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Ciri tersebut adalah demam terjadi secara mendadak. Umumnya, gejala demam akibat DBD berlangsung selama 2 – 7 hari.

Perbedaan kontras antara gejala demam akibat demam berdarah adalah bisa mencapai suhu 40 °C. Sementara itu, demam yang disebabkan oleh flu atau infeksi virus lainnya biasanya tidak mencapai suhu yang terlalu tinggi. Selain itu, demam akibat flu biasanya juga disertai dengan gejala batuk dan bersin. Hal ini tidak terjadi pada saat demam akibat penyakit DBD.

  1. Nyeri Otot dan Sendi

Selain mengalami demam tinggi, penderita DBD juga akan mengalami nyeri di bagian otot dan sendi. Inilah yang menjadi asalan mengapa dahulu penyakit DBD disebut dengan istilah penyakit break bone. Hal ini karena penyakit DBD seringkali menyebabkan nyeri sendi seperti tulang terasa retak. Umumnya, gejala ini juga disertai dengan tubuh yang menggigil dan berkeringat.

  1. Mual dan Muntah

Pada beberapa kasus, penderita demam berdarah juga akan mengalami masalah pencernaan seperti mual hingga muntah. Bukan hanya itu saja, penderita juga akan merasa perut dan punggungnya tidak nyaman. Biasanya, gejala seperti ini akan terjadi selama 2 – 4 hari.

  1. Sakit Kepala Parah

Setelah mengalami demam tinggi, selang beberapa jam kemudian pasien DBD akan mengalami sakit kepala parah. Sakit kepala umumnya terjadi di area dahi. Nah, yang menjadi ciri khas sakit kepala akibat penyakit DBD adalah disertai dengan rasa sakit di bagian belakang mata. Gejala inilah yang membuat penyakit demam berdarah lebih mudah dideteksi.

  1. Kelelahan

Saat menderita demam berdarah, pasien DBD akan mengalami nyeri otot dan gangguan pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan nafsu makan menurun. Akibatnya, tubuh menjadi terasa mudah lelah karena kekurangan nutrisi dari asupan makanan. Saat tidak mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi, maka otomatis sistem imun tubuh juga akan melemah.

  1. Dehidrasi

Dehidrasi dapat terjadi pada pasien DBD yang kekurangan cairan. Perlu diketahui bahwa saat menderita DBD pasien akan kehilangan banyak cairan akibat muntah dan demam tinggi. Maka dari itu, pasien DBD disarankan untuk memperbanyak konsumsi air agar terhindar dari dehidrasi.

Dehidrasi sendiri bisa dikenali dari beberapa gejala yang muncul. Mulai dari berkurangnya frekuensi air kencing, merasa kedinginan, bibir dan mulut kering, tidak terdapat air mata, serta mengalami kebingungan. Selain memperbanyak konsumsi air putih, penderita DBD juga disarankan untuk mengonsumsi cairan lain yang mengandung nutrisi vitamin C atau elektrolit.

  1. Muncul Bintik Merah

Bintik-bintik kemerahan adalah salah satu gejala penyakit DBD yang paling khas. Umumnya, ruam kemerahan dapat terjadi di area dada, leher, dan wajah selama 24 – 48 jam sejak gejala demam pertama muncul. Selanjutnya, gejala bintik-bintik merah atau petechiae akan muncul setelah 3 – 5 hari kemudian. Munculnya bintik-bintik merah diduga sebagai respons imun tubuh yang melawan virus dengue di dalam tubuh.

Cara Mengobati Penyakit Demam Berdarah

Perlu diketahui bahwa tidak ada pengobatan khusus yang bisa dilakukan oleh tim medis untuk mengobati pasien demam berdarah. Jika gejala DBD yang terjadi tergolong ringan dan dirasa masih dapat diatasi, maka perawatan di rumah dapat dilakukan. Saat terjadi demam tinggi, mengonsumsi paracetamol bisa menjadi alternatif untuk meredakannya.

Selain itu, pasien DBD juga harus mengonsumsi banyak cairan agar tidak mengalami dehidrasi. Dehidrasi bisa menyebabkan menurunnya trombosit. Jadi, pastikan untuk memenuhi kebutuhan cairan sebanyak 2 – 3 liter per hari. Selain air putih, jenis minuman yang dapat dikonsumsi berupa teh manis, jus buah, susu, dan larutan oralit.

Pasien demam berdarah juga diharuskan untuk beristirahat total. Untuk mengatasi demam, kompres badan juga bisa dilakukan. Saat mengalami demam berdarah, pastikan untuk menghindari obat antiinflamasi non steroid (NSAID). Pasalnya, jenis obat ini berguna untuk mengencerkan darah. Menghindari obat ini sangat penting agar tidak memperburuk masalah yang ada karena bisa menyebabkan risiko perdarahan.

Pada kasus demam berdarah yang lebih parah, maka perawatan medis perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi berbahaya. Perlu diketahui pula bahwa peningkatan sel darah merah hampir selalu dijumpai pada kasus demam berdarah. Hal ini menjadi indikator terjadinya kebocoran plasma. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan rontgen dada untuk melihat ada tidaknya kebocoran cairan ke rongga dada.

Untuk mencegah komplikasi berbahaya, pastikan untuk segera meminta pertolongan medis agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan biarkan kondisi demam berdarah semakin memburuk karena telat mendapatkan pertolongan medis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *