Perbedaan Swab Antigen dan PCR

3 min read

perbedaan swab antigen dan pcr

Hingga saat ini, pemerintah masih terus berupaya untuk menangani kasus virus Covid-19 yang menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Berbagai langkah telah dilakukan demi menekan laju penyebaran virus Covid-19 di tengah masyarakat. Setidaknya, ada dua jenis tes yang paling umum dilakukan untuk mendeteksi virus corona, yaitu swab antigen dan PCR.

Swab antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan dua metode pemeriksaan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia sejak virus Covid-19 melanda. Kedua pemeriksaan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memastikan apakah seseorang telah terinfeksi virus Covid-19 atau tidak. Lantas, apa yang membedakan dua jenis pemeriksaan tersebut?

Mengenal Apa Itu Swab Test Antigen dan PCR

Swab test antigen atau lebih dikenal dengan istilah rapid test antigen merupakan tes diagnostik cepat yang dilakukan untuk mendeteksi adanya antigen virus Covid-19 pada sampel yang diambil dari saluran pernapasan. Antigen virus Covid-19 akan terdeteksi saat virus tersebut aktif bereplikasi di dalam tubuh manusia.

Sementara itu, PCR atau Polymerase Chain Reaction merupakan teknik pemeriksaan virus SARS Cov-2 dengan cara mendeteksi DNA virus tersebut. PCR test dilakukan dengan tujuan untuk memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Covid-19 atau tidak. Sampel yang diuji adalah lendir yang diambil dari kedua hidung dan tenggorokan pasien.

Dari penjelasan tersebut, maka sudah jelas bahwa antara swab antigen dan PCR memiliki perbedaan. Meski begitu, masih banyak orang yang belum bisa membedakan kedua jenis test pemeriksaan virus Corona ini. Untuk mempermudah pemahaman Anda terkait perbedaan kedua test virus corona tersebut, silahkan simak penjelasan berikut ini.

Inilah Perbedaan Swab Antigen dan PCR

Swab antigen dan PCE merupakan dua jenis pemeriksaan yang berbeda. Meskipun sama-sama bertujuan untuk mendeteksi adanya virus corona dalam tubuh manusia, namun keduanya memiliki beberapa perbedaan yang mendasar. Nah, berikut ini adalah beberapa perbedaan mendasar antara swab antigen dengan PCR.

  1. Waktu Pemeriksaan

Dalam hal waktu pemeriksaan, swab antigen membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama, yaitu hanya sekitar 30 – 60 menit saja. Dengan waktu tersebut, kita sudah bisa mendapatkan hasil swab test antigen. Sementara itu, serangkaian metode test PCR dapat dilakukan paling cepat dalam waktu 1 hari. Bahkan, hasil PCR test terkadang baru bisa dihasilkan dalam waktu 1 minggu.

Hasil test PCR membutuhkan waktu yang lebih lama karena pemeriksaan ini harus dilakukan di laboratorium dengan kelengkapan khusus. Hal ini juga berkaitan dengan terbatasnya ketersediaan alat PCR tersebut, sedangkan jumlah sampel yang harus diperiksa begitu banyak. Meski membutuhkan waktu yang lebih lama, namun tingkat keakurasian pada test PCR jauh lebih tinggi dibandingkan swab antigen.

  1. Efektivitas Hasil Pengujian

Bisa dikatakan bahwa hasil swab antigen terkadang memberikan hasil yang kurang efektif. Inilah yang menjadi alasan mengapa swab antigen dijadikan sebagai tes permulaan saja. Pasalnya, swab antigen hanya sebatas mendeteksi adanya virus dalam sampel lendir pasien. Metode ini tidak bisa memastikan apakah virus yang terdeteksi tersebut adalah virus Covid-19 atau bukan.

Jika pemeriksaan swab antigen menunjukkan hasil positif, maka pasien harus memastikannya dengan menjalani prosedur test PCR. Melalui swab PCR, maka bisa dipastikan apakah pasien positif terinfeksi virus corona atau tidak. Jadi, dapat dikatakan bahwa swab PCR lebih efektif dalam mendiagnosis infeksi virus corona dibandingkan swab test antigen.

  1. Tingkat Akurasi

Jika dibandingkan berdasarkan tingkat akurasi terhadap hasil pemeriksaan, tentunya tingkat akurasi test PCR lebih tinggi dibandingkan swab antigen. Akurasi test PCR sendiri mencapai 80 – 90 %. Sementara itu, tingkat akurasi swab antigen berada di bawah test PCR.

Test PCR sendiri menjadi metode pemeriksaan yang paling direkomendasikan oleh WHO. Pasalnya, metode ini terbilang paling akurat untuk mendeteksi keberadaan virus SARS-CoV-2 di dalam tubuh pasien. PCR dapat mendeteksi materi genetik dari virus, sehingga hasilnya bisa dipastikan lebih akurat dibandingkan swab test antigen yang hanya mendeteksi adanya antigen.

  1. Sampel yang Diperiksa

Baik PCR maupun swab antigen, keduanya menggunakan lendir yang berasal dari hidung maupun tenggorokan sebagai sampel yang diuji. Proses pengambilan lendir dilakukan dengan metode swab dengan memasukkan alat ke dalam hidung dan tenggorokan pasien.

Perlu diketahui bahwa sampel yang diperiksa pada PCR dan swab test berbeda dengan sampel yang digunakan dalam rapid test. Pada rapid test, sampel yang diuji adalah darah. Tim medis akan mengambil darah dari ujung jari pasien. Selanjutnya, darah tersebut diteteskan pada alat rapid test. Mengingat bahwa metode rapid test kurang efektif, maka metode pemeriksaan virus corona yang satu ini  sudah jarang digunakan.

  1. Prosedur Tes
  • Prosedur Test PCR

Salah satu cara pengambilan sampel untuk test PCR adalah melalui swab test atau tes usap. Tes ini dapat dilakukan melalui hidung dan tenggorokan. Pertama, dokter meminta pasien untuk mendongakkan kepala agar memudahkan proses pengambilan lendir dari hidung maupun tenggorokan.

Selanjutnya, dokter akan memasukkan alat swab yang bentuknya seperti cotton buds panjang ke dalam hidung sampai ke bagian atas tenggorokan (nasofaring). Setelah mencapai nasofaring, dokter akan menggerakan atau memutar alat swab beberapa kali dengan tujuan agar lendir pada nasofaring bisa menempel di alat swab.

Apabila proses pengambilan sampel selesai dilakukan, sampel lendir tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk kemudian diuji menggunakan alat PCR. Sebelumnya, alat swab dimasukkan ke dalam tabung plastik terlebih dahulu.

Setelah sampai di laboratorium, sampel akan mengalami beberapa proses atau tahapan. Mulai dari ekstraksi materi genetik pada sampel, penggandaan materi generik atau amplifikasi, dan yang terakhir adalah pembacaan sampel menggunakan alat PCR.

  • Prosedur Swab Antigen

Berbeda dengan test PCR yang membutuhkan pemeriksaan laboratorium, prosedur swab antigen terbilang lebih sederhana dan hasilnya bisa didapatkan dalam waktu yang lebih cepat. Proses pengambilan sampel pada swab antigen sendiri sama persis seperti pada pengambilan sampel uji untuk test PCR.

Selain dari pangkal hidung, sampel lendir juga bisa diperoleh dari bagian tenggorokan atau langit-langit rongga mulut. Sampel yang telah didapatkan kemudian diuji menggunakan alat yang mirip dengan rapid test antibodi. Setelah beberapa menit, maka hasil uji sampel sudah bisa terlihat.

  1. Tempat Test

Saat ini, swab test antigen dan PCR test bisa dilakukan di berbagai puskesmas, rumah sakit, atau pusat kesehatan lainnya. Berbagai fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia telah dilengkapi dengan alat penunjang test virus corona. Terutama swab test antigen yang hampir tersebar di seluruh Indonesia. Namun, ketersediaan alat PCR test bisa dikatakan masih cukup terbatas. Sehingga, dibutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu antara 1 – 7 hari untuk mengetahui hasil test PCR.

  1. Biaya Pemeriksaan

Bicara soal biaya pemeriksaan, hal ini telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan RI terkait batasan tarif teringgi pemeriksaan PCR. Adapun biaya tertinggi pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) adalah Rp900.000,- untuk sekali tes dan sudah termasuk pengambilan sampel swab. Sementara itu, biaya pemeriksaan swab antigen biasanya dibandrol antara Rp200.000,- hingga Rp275.000,- saja. Bahkan, khusus pengguna kereta api hanya perlu membayar biaya pemeriksaan sebesar Rp85.000,- saja.

Nah, itu dia pejelasan terkait apa saja perbedaan antara swab antigen dengan PCR. Dari beberapa poin di atas, maka sudah jelas bahwa swab antigen test dan PCR test memiliki beberapa perbedaan meskipun keduanya sama-sama dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus corona dalam tubuh pasien. Pastikan untuk mengikuti prosedur pemeriksaan virus corona di fasilitas kesehatan yang terpercaya agar mendapatkan layanan dan penanganan yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *